PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan efek yang awalnya didirikan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 1993 dengan nama PT Istethmar Finas Securities. Pada tanggal 13 September 1999 berubah menjadi PT Ludlow Securities dan selanjutnya berganti nama menjadi PT Reliance Securities dan bergabung ke dalam Reliance Group pada tanggal 7 Maret 2003.
Pada tanggal 13 Juli 2005 Perseroan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan kode saham "RELI". Pada 17 April 2017 Perseroan berganti nama menjadi PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Contact Info
SOHO WESTPOINT
Kota Kedoya, Jl. Macan Kav 4-5
Kedoya Utara, Kebon Jeruk
DKI Jakarta 11520
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 2,52 persen menjadi 8.122 setelah sempat dibuka melemah. Indeks rebound didorong penguatan indeks bursa Asia, harga komoditas, dan harapan pemulihan pasar modal Indonesia seiring rencana langkah reformasi.
Pertemuan otoritas dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan bargain hunting terhadap saham-saham dianggap sudah relatif murah. Seluruh sektor membukukan kenaikan, dengan penguatan terbesar pada sektor basic materials. Rupiah juga ditutup menguat pada level Rp16.754 per dolar Amerika Serikat (USD).
Secara teknikal, Stochastic RSI indeks membentuk golden ross di area oversold. Indeks sempat menembus level MA200 sebelum akhirnya ditutup di atas level MA200, dan di atas level psikologis 8.000. So, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 4 Februari 2026, indeks berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan membuka data kategori investor pasar modal dari sebelumnya berjumlah 9 kelas menjadi 27 subkelas. Kebijakan itu, salah satu upaya transparansi desakan MSCI. Nanti, akan ada data investor perusahaan dari berbagai kategori.
Misalnya, private equity, pemerintah, peer to peer lending (pinjaman online), dan lainnya. Selain akan dibedakan menjadi 27 subkelas, data investor itu juga akan diklasifikasi berdasar afiliasi atau non-afiliasi. Investor Eropa, akan mencermati data inflasi Januari 2026 ditaksir melambat menjadi 1,8 persen YoY dari Desember 2025 di level 1,9 persen YoY.
Sedang Amerika Serikat (AS) akan merilis indeks ISM Service PMI Januari 2026 diperkirakan relatif stabil di level 54.3 dari Desember 2025 di posisi 54.4. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi saham ASII, ICBP, MAPI, CUAN, dan MDKA. (*)