PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan efek yang awalnya didirikan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 1993 dengan nama PT Istethmar Finas Securities. Pada tanggal 13 September 1999 berubah menjadi PT Ludlow Securities dan selanjutnya berganti nama menjadi PT Reliance Securities dan bergabung ke dalam Reliance Group pada tanggal 7 Maret 2003.
Pada tanggal 13 Juli 2005 Perseroan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan kode saham. Pada 17 April 2017 Perseroan berganti nama menjadi PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Contact Info
SOHO WESTPOINT
Kota Kedoya, Jl. Macan Kav 4-5
Kedoya Utara, Kebon Jeruk
DKI Jakarta 11520
Kurangi Dominasi, Pengendali Wilton Makmur Lego 553,73 Juta Saham SQMI Rp67 per Lembar
admin
21 Sep
EmitenNews.com - Wilton Resources Holding Pte Ltd mengurangi timbunan saham Wilton Makmur Indonesia (SQMI). Sebagai pengendali, Wilton mendivestasi 553,73 juta lembar. Transaksi penjualan dilakukan pada harga Rp67 per lembar.
Dengan begitu, transaksi pada 16 September 2022, bernilai Rp37,09 miliar. ”Tujuan transaksi untuk sale & purchase agreement dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Mohammad Noor Syahriel, Corporate Secretary Wilton Makmur.
Menyusul transaksi itu, tabulasi saham Wilton Resources menjadi 11,81 miliar lembar atau 76,03 persen. Susut 3,56 persen dari sebelum transaksi dengan tumpukan saham 12,36 miliar lembar alias 79,6 persen.
Aliran saham Wilson Resources itu, rupanya ditampung Dato’ Sri Chong Thim Pheng. Sebagai salah satu direksi perseroan, Dato’ Sri Chong menyapu bersih 553,73 juta lembar senilai Rp37,09 miliar.
Dengan aksi itu, koleksi saham Dato’ Sri Chong menjadi 1,03 miliar lembar setara dengan 6,65 persen. Bertambah 3,56 persen dari sebelum transaksi dengan donasi 480 juta lembar setara dengan 3,09 persen. Dato’ Sri Chong mengklaim aksi itu sebagai personal investment.
Per 31 Agustus 2022, Pemegang saham Wilton Makmur antara lain Wilton Resources 12,36 miliar saham atau 79,6 persen, CGS-CIMB Securities 869,93 juta lembar alias 5,6 persen, Dato’ Sri Chong 480 juta setara 3,0893 persen, Ethan chia Wei Yang 3,96 juta saham alias 0,0255 persen, dan publik 2,3 miliar saham atau 14,8 persen. (*)