PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan efek yang awalnya didirikan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 1993 dengan nama PT Istethmar Finas Securities. Pada tanggal 13 September 1999 berubah menjadi PT Ludlow Securities dan selanjutnya berganti nama menjadi PT Reliance Securities dan bergabung ke dalam Reliance Group pada tanggal 7 Maret 2003.
Pada tanggal 13 Juli 2005 Perseroan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan kode saham "RELI". Pada 17 April 2017 Perseroan berganti nama menjadi PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Contact Info
SOHO WESTPOINT
Kota Kedoya, Jl. Macan Kav 4-5
Kedoya Utara, Kebon Jeruk
DKI Jakarta 11520
Emiten Laptop AXIO Gelontor Dividen Rp52,56M Setara 77,33 Persen Laba
Admin
EmitenNews.com - PT Tera Data Indonusa Tbk. (AXIO) kembali memanjakan pemegang saham. Emiten produsen laptop Axioo itu siap menebar dividen tunai final Rp4,00 per saham atau total Rp23,36 miliar untuk tahun buku 2025.
Keputusan ini diketok dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Selasa, 26 Mei 2026. Rapat dihadiri pemegang saham mewakili 4,647 miliar saham atau 79,58% dari seluruh saham bersuara. Agenda pembagian laba disetujui bulat 100%.
Sepanjang 2025, AXIO membukukan laba bersih Rp67,97 miliar. Dari angka itu, tertakar total Rp52,56 miliar atau 77,33% dibagikan sebagai dividen. Rinciannya, dividen interim Rp5,00 per saham senilai Rp29,20 miliar sudah ditebar November 2025. Ditambah dividen tunai final Rp4,00 per saham senilai Rp23,36 miliar yang baru disahkan RUPST.
Dengan begitu, investor AXIO mengantongi total dividen Rp9,00 per lembar saham untuk tahun buku 2025.
"Pembayaran dividen ini akan direalisasikan pada tanggal 02 Juli 2026, dengan memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku," kata Direktur Utama PT Tera Data Indonusa Tbk, Michael Sugiarto, dalam keterbukaan informasi Selasa (2/6/2026).
Sisa laba bersih 2025 sebesar Rp15,41 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja ekspansi bisnis AXIO.
Selain dividen, RUPST juga memberi pelunasan tanggung jawab atau acquit et de charge ke direksi dan komisaris atas kinerja 2025. Seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris turut diangkat kembali dengan masa jabatan sampai 2029.